Favorite of the February 2010
Chicke Cream Soup



Taste of Baghdad





Shisha Grape


Sejarah terbentuknya Little Baghdad

Tidak terpikir sebelumnya bahwa Little Baghdad akan menjadi Tea House dan Shisha seterkenal ini. Jika kita hendak melihat sejarah pembuatannya, maka kita akan tahu bahwa awalnya restoran yang saat ini digandrungi baik oleh para remaja maupun orang dewasa berawal dari keisengan pemiliknya.
Proses pembuatan Little Baghdad terdengar sedikit unik. Disebabkan adanya lahan kosong yang kemudian dijadikan ruko-ruko dan terlihat potensial, maka terbersitlah ide untuk membuat sebuah Tea House dan Shisa … suatu tempat yang saat itu dinilai tidak cocok berada di wilayah Kemang karena tidak menyajikan alkohol yang dianggap dapat menarik perhatian para expat yang sering bartandang ke daerah Kemang. Namun itulah yang menjadi kelebihan tempat ini, tidak disangka … restoran yang menyajikan makanan khas timur tengah, tea, snacks dan shisha ini tetap bertahan bahkan semakin berkembang saat ini.

Jika kita melihat seluruh bangunan restoran yang ada saat ini, maka mungkin tidak terbayang jika beberapa tahun yang lalu luasnya mungkin hanya mencakup setengah dari yang ada saat ini. Pengunjung bahkan mungkin tidak dapat membayangkan jika pantry yang tersedia dulu berada di dekat pintu masuk, suatu tempat yang memang dirancang tidak untuk melayani banyak pengunjung.
Namun seiring bertambahnya pengunjung, maka pantry yang berada di depan pun tidak dapat dipertahankan lagi. Akhirnya ekspansi harus dilakukan. Ruang atas yang tadinya merupakan bagian dari kantor, diubah wujudnya menjadi pantry yang dengan pertambahan luas tersebut diharapkan kami dapat melayani para pengunjung dengan lebih maksimal.
Ternyata tidak tersedianya alkohol tidak membuat Little Baghdad sepi dari kunjungan para expat. Segala keunikan yang dimiliki Little Baghdad menjadikannya tempat tongkrongan yang menarik bagi para expat terutama para pelajar JIS. Mulai dari Jumat malam hingga Minggu tempat kami dipenuhi oleh para “bule” sehingga kami memutuskan untuk memperluas ruangan karena tidak mampu lagi menampung banyaknya pengunjung yang datang. Mulai saat itu kami berkali-kali diliput oleh bermacam media massa diantaranya MTV, sebagai salah satu stasiun TV yang digandrungi banyak remaja, dan imbasnya adalah semakin banyak orang-orang yang berkunjung ke tempat kami dan tak jarang ada yang menyelenggarakan privat partynya di tempat kami.
Tempat lain di kanan dan kiri kami pun jadi sasaran ekspansi kami selanjutnya … akhirnya kami sekarang memiliki pantry yang memadai untuk melayani pengunjung yang semakin lama semakin banyak. Kami sengaja membangun pantry yang terbuka di bagian depannya sehingga para pengunjung dapat melihat aktivitas para koki handal kami.
Saat yang paling mengesankan di Little Baghdad adalah di malam hari. Karena itu kami membangun banyak tempat makan di area terbuka sehingga para pengunjung dapat menikmati makanan dan minuman sembari diterangi lampu-lampu dan diselimuti bintang-bintang. Area yang paling banyak diminati pengunjuang adalah balkon dan ruang terbuka di bagian depan dengan menggunakan payung-payung. Seiring dengan bertambahnya kebutuhan ruang makan yang nyaman, maka payung-payung yang kami sediakan sebelumnya kami ubah dengan yang lebih permanen sehingga para pengunjung dapat semakin menikmati waktu kunjungannya ke tempat kami. Mungkin para pengunjung bertanya-tanya … mengapa tempat ini dinamakan Little Baghdad? Sejarahnya lumayan menarik, ini semua berawal dari ketidaksengajaan.

Ketika restoran ini hendak dibangun, di saat yang sama tengah berkecamuk perang teluk kedua yang mana beritanya menguasai hampir seluruh media yang ada. Kala itu pemilik tengah membaca berita di situs harian Al-Ahram, dimana tajuk berita yang disajikan saat itu adalah “Mourning Become Baghdad”. Artikel tersebut sangat menarik, karena salah satu bahasannya adalah siapa-siapa saja yang pernah mengadakan invasi ke Baghdad yang berjudul They Came to Baghdad. Semenjak itulah nama Little Baghdad digunakan, yang jika artikel pada situs tersebut dapat ditambahkan, kami akan menambahkan “some part of it move to Kemang”. Sejarah pembentukan nama Little Baghdad itu kini dapat dinikmati pula oleh para pengunjung di pintu masuk Little Baghdad.
Untuk kedepannya kami akan melakukan bermacam terobosan baru sehingga kami dapat lebih memuaskan para pengunjung, termasuk di dalamnya membuka cabang-cabang baru seperti yang telah kami lakukan satu setengah tahun yang lalu dengan membuka cabang kami yang pertama di Kelapa Gading. Diharapkan para pengunjung tidak hanya terpuaskan seleranya dengan makanan dan minuman yang kami sediakan, namun juga dapat menikmati keunikan dan kekhasan yang kami ciptakan khusus untuk para pengunjung kami.


© 2007 Little Baghdad, All Rights Reserved